Shadow from My Backpack

Traveller, Writer, Photographer, Engineer

Saya Datang Bromo (4)

with one comment

KA Malang Express, Surabaya – Malang, 15 Agustus 2009

bromo (12)

”Jeh, piye jadi ikut ga ke Bromonya. Nanti kabarin yah”, sms dari temen saya.

Kawan, ’Jeh’ adalah sebutan akrab dari Surabaya. Kalo di Jakarta biasanya, cuy, bro atau cing.

Teman saya ini bekerja di perusahaan owner Batubara di Kalimantan Selatan. Dia bersama tiga orang temannya berangkat dari Balikpapan ke Surabaya, untuk mengisi liburan panjang 17-an. Tujuannya Bromo, Air terjun Madakaripura, Malang dan Surabaya.

Meeting point kami di Malang. Mereka tiba dahulu di Malang, Sabtu pagi hari karena ke Jatim Park dan Agrowisata Apel dahulu. Saya berangkat dari Surabaya sore pukul 16.30 dari rumah. Jadwal KA Malang Express berangkat 17.10 dari Stasiun Gubeng. Tiketnya 15 ribu rupiah, kelas bisnis.

Dasar KA, keberangkatannya tidak bisa diprediksi. Yang harusnya sampai di stasiun Malang Kota Baru pukul 19.10 tapi disana saya sampai 21.00. Hampir dua jam.

Selama di perjalanan, saya kangen suasana ini. Sumringah khas orang Jawa  dan ramah tamahnya. Saya melihat pancaran senyum semua penumpang. Entah karena hari ini liburan panjang atau senin adalah hari kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Saya mengintip di jendela, Wonokromo udah lewat. Berarti saya akan melintasi Lumpur Porong. Benar, sepuluh menit perjalanan dari Wonokromo di sisi timur gerbong terlihat tanggul penahan lumpur setinggi tiga meter. Sayang, lumpur tidak terlihat, saya dari tadi hanya membau lumpur berbau gas.

Ngeri melihat daerah ini, udah dua tahun lewat belum ada solusi cerdas mengatasi bencana ini. Seolah pemerintah mengepakkan sayap pergi dan tak bertanggung jawab bencana ini.

Ah, asuh! Malas saya mikir pemerintah Indonesia ini. Kemerdekaan ke-64 ini, belum tentu merdeka buat warga porong.

Saya punya rumah di kawasan porong empat tahun lalu yang udah terjual. Saat ibu saya memutuskan untuk menjual rumah itu, keputusannya tepat.

Setahun lalu saat menyambangi bekas rumah saya itu, ternyata depan rumah sudah dipenuhi lumpur setinggi mata kaki. Sekarang mungkin sudah tenggelam oleh lumpur. Inilah rejeki ibu saya kawan.

Written by walangkadoeng

August 22, 2009 at 5:42 am

Posted in Backpacker

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. mantab,,, keren
    _______________________________________________________
    http://WWW.KENALANYUK.COM <== facebook buatan INDONESIAA ASLIIII!!! AYOOO GABUNG!!!!

    KenalanYuk.com

    August 22, 2009 at 12:16 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: