Shadow from My Backpack

Traveller, Writer, Photographer, Engineer

Kenapa Saya Ada di Jakarta?

with 10 comments

Sebelum hijrah ke kota ini saya mempunyai dua pilihan.  Semenjak lulus dari D3 Sipil-ITS 2006 saya masih ingin melanjutkan ke S1 ITS di Surabaya. Pilihan pertama saya mengikuti tes S1. Pilihan keduanya adalah tes interview di tempat saya kerja sekarang. Satu hari untuk penentuan masa depan.

Benar saat itu adalah pilihan sulit. Bukan pilihan gampang ketika akhirnya saya tersadar. Jakarta ternyata bukan tempat yang pas untuk saya. Walaupun, akhirnya bisa meneruskan di Universitas Indonesia sekarang.

Saya tidak menginginkan kepribadian berubah menjadi super egois, hilangnya tepo siliro, penikmat junkfood, polusi, macet dan AC setiap hari. Saya tidak ingin punya keluarga tanpa budaya jawa di rumah kelak.

Itu yang saya takutkan sampai sekarang. Bukannya saya oportunis dan iri dengan kehidupan orang lain. Ibu saya adalah seorang perantau juga. Karena faktor alasan keamanan (PKI), sampailah beliau di Surabaya.

Back to Jakarta, saya bukanlah mengeluh dengan keadaan sekarang ini. Apalah arti suatu materi jika kita merasa payah menjalani aktivitas. Apalah arti uang, jika nilainya tak sebanding dengan kehangatan keluarga. Apalah arti duniawi jika kita belum mempersiapkan mati.

Saya terus mencari bagaimana cara untuk pulang. Saya terus berpikir bagaimana melawan trensetter keluarga muda di Jakarta. Lulus kuliah – kerja di segitiga emas – istri kerja – punya rumah- punya anak – nyicil mobil dan tua di ibukota.

Bukan, bukan itu yang saya inginkan semua. Saya merindukan keluarga dan kenyamanan. Saya candu ketika saya masih tidur seranjang dengan abang saya. Saya haus kota kelahiran.

Semangat buat teman seperantauan. Tidak ada tempat seistimewa selain rumah sendiri. Suatu saat kita pulang membawa kotak. Kotak berukir manisnya cerita hidup. Berisikan sebuah kesuksesan!!

Written by walangkadoeng

July 22, 2008 at 11:30 am

Posted in Coretan gw di sini

10 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. certinya homesick nih?
    Seberat apapun hidup, akan ringan jika kita selalu melihat ke bawah..

    okeee

    Miss_Flickr

    July 23, 2008 at 4:48 pm

  2. melihat ke bawah dan tentunya bersyukur…

    walangkadoeng

    July 24, 2008 at 12:14 pm

  3. tahu nggak gimana rasanya jadi orang yang sepertinya bakal menghabiskan sepanjang hidupnya di kota kelahiran? Ah, kita memang cuma manusia yo yud.. heheh

    daz

    July 24, 2008 at 3:16 pm

  4. Loh yas ojo nyindir diri sendiri,,,🙂 cita-cita kudu setinggi langit bro…

    walangkadoeng

    July 25, 2008 at 9:21 am

  5. ahhh… saya homesick juga, tapi ya dinikmati aja🙂

    redshoes

    July 29, 2008 at 11:59 pm

  6. ya mank bener,hidup di perantauan itu sama sekali gak nyenengin.tapi dengan kita hidup di kampung sendiri pa kita bisa berbuat sesuatu sampai sejauh ini.anggap kampung halaman adalah tempat paling indah tuk liburan.

    syallum

    August 12, 2008 at 7:17 am

  7. ———————————————-

    wis talah…mengko lak awakmu yo koyok sing mbok omongno…….

    bojo nang jakarta….oleh kerjo nang jakarta….tuku mobil n omah nang jkt…….tuek nang jakarta…….

    tapi sing jelas ya opo caramu menikmati hidup…..

    n semangat berbisnis

    salam…..

    sing pingin balik nang sby berbisnis….masio pingin tuku omah pisan nang jkt

    Wong Ndeso

    August 13, 2008 at 5:35 am

  8. @wong ndeso a.k.a Sengkek

    Pilihan sing mbok sebutne ke 2 & 3, hampir terwujud. Tapi, sing terakhir ojo sampelah…

    Business is our priority. But, “freedom financial” is the most priority…

    walangkadoeng

    August 13, 2008 at 7:25 pm

  9. persis wes persis…dg apa yg pernah tak alami tp ya itulah….nek jare wong padang “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” artine yo wes nrimo ae…rencanane gusti Allah….wes ngono ae cak…..koyok aku iki wes meh separuh umurku urip diluar sby…Bapakku,Ibukku sampai masku sebulan yg lalu meninggal aku ga iso nunggoni lorone..ga iso nyolati ngarepe mayite….getun jane tp yo yo opo maneh rek….adoh manggonku….aku biyen yo duwe prinsip kyok sampeyan …tp saiki yo wes lah….urip urusane gusti Allah…awak dewe kari njlakno ae…..

    bossendozz

    August 22, 2008 at 6:40 pm

  10. @bossendozz : Tentu saya ikut berduka dengan cerita sampean. Saya nggak bisa membayangkan kalo kisahe kedaden nang aku. Memang, kita hanya bisa berharap. Ning Gusti Allah mboten sare. Ada harapan dan ada usaha, insyallah keinginan bisa tercapai.
    sampean memange nandi?

    Salam kenal,,

    walangkadoeng

    August 23, 2008 at 2:09 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: