Belajar kegagalan dari Tes Chevron


Sedia payung sebelum hujan. Coba saya belajar, coba saya baca buku tentang metode konstruksi teknik sipil, coba saja tidak meremehkan tes itu. Wahh yang ada semua hanya perandaian. Ini yang saya alami sebulan lalu ketika melakoni tes tahap interview Chevron Geothermal di Garut. Di benak saya, tes ini adalah tes HRD tanpa tes kemampuan teknikal lapangan.
Ketika di berangkatkan bersama dua kandidat lain yang berasal dari kampus Bandung, mungkin sayalah yang paling sedikit membawa amunisi perang. Dalam benak saya, ”Kalau udah gagal, saya masih punya kepentingan di UI”. Makanya saya sedikit meremehkan tes yang paling menentukan ini.
Yah,, kalau udah lolos tes interview ini, tahap selanjutnya tinggal medical check up. Dan, kalau sudah lulus tes kesehatan, tanda tangan kapan mulai siap bekerja. Wat de fak, menyesalnya saya.
Ketika sesampai di site Chevron Garut, kita bertiga istirahat 30 menit setelah Read the rest of this entry »
Hargai waktu, hargai janji, lupakan jam karet.
Sudah lama saya tidak bersua di web ini. It’s too hard i’m saying, that my life is one hundred and eighty degree was changed. Begin from that i’m not ‘labor’ till I’m feel that love is true pain! pain! But that is life man.
Ok, lets skip that intro. Kita tahu kemampuan keterbatasan manusia ada limitnya. Tapi, kenapa yang saya tahu orang-orang sekitar saya tidak menyadari betapa berharganya sebuah waktu. Nilainya tak ubah kita menghargai sejarah dunia.
Inilah budaya orang Indonesia. Jam Karet! Selepas profesional orang maupun bukan, menghargai ketepatan waktu adalah wajib bagi sebuah manusia. Kenapa? Ayam saja bisa menepati waktunya.
Saya masih ingat ketika masih duduk di bangku SD. Saat liburan caturwulan datang, saya selalu menyempatkan berlibur di rumah nenek. Bisa dibilang rumah nenek ini sebuah desa yang jauh dari kota. Justru tautan desa-kota ini yang membuat saya betah jam tidur malam.
Tepat, sebelum suara masjid berkumandang melafalkan ayat-ayat imsak dan subuh, ayam jago nenek selalu berkokok lebih dahulu. Tiap hari tanpa Read the rest of this entry »
Ah.. sudahlah

Hey ada apa dengan kota ini? Bilangnya Go Green, slogannya save the tree. Belum reklame raksasa di mana-mana yang nyebutin ’mengasap’ bisa membunuh janin dan kanker paru-paru.
Bahkan udah ada Perda DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Udara yang sejak empat tahun lalu yang tentang aturan larangan merokok. Dan disebutin melarang merokok di semua tempat umum. Dan Perda ini cuma ada di kota Jakarta!
Apa sih yang salah dengan kota ini? Read the rest of this entry »
Besok dan Lampau

Semalam saat pulang dari kampus, saya melihat jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, ada yang berubah. Saya sadari atau tidak ternyata saya sudah hidup di Jakarta ini hampir tiga tahun.
Saat datang tahun tengah 2006 lalu, jalan primer di depan Hotel Four Season hanya ada 2 lajur. Sekarang, sudah dibangun flyover Setiabudi yang melebarkan menjadi 2 jalur dan 4 lajur.
Waktu memang terasa singkat, jika kita mengingat masa lampau. Tapi, kenapa Read the rest of this entry »
Go go go
There is no victory without sacrifice. Again, god send me gift (sounds like warning I mean) a week a go.
I loose my fave thing that I have. Not only shocked my feeling, but I wonder to know to my God. What I did yesterday? Which wrong what I do? Or I take the wrong way?
I should not arraign to my God. I know higher level is harder. I aware only the one is survive. If I pass the level, I am sure God give me more grace.
What should I do is believe something faith that yesterday is history, the day is a gift, and tomorrow always bright as the sun.
I luv train for mudik
It’s really damned cool. Just wondering why, they weren’t fix the train long time a go. I always get the trip to home with train. And yesterday i felt my way so cozy. LCD teve, stop kontak and flower smell. I talking about Argo Bromo Anggrek.
They drop new facility, particularly for interior and exterior. The train still dominated with purple color and they added Sony Bravia approx 32 inch. Give me more wide looking. Above television they give a lot information with marquee text.
Related the trip, how many km remaining, velocity the train, and where next stop station. Wow,,, its amazing for executive class. But, surely the ticket almost same with the plane. I pay 440 thousand IDR for one way trip. Hahaha…. its fucking with my wallet.
But, i can’t hope the train arrive on time. They always come lately about 2 hours from the schedule. Surely they always arrive late.
Just call 13897 from my phone, i can reserve the ticket without enqueue on station. Hmm.. i love train.
Cari WC kok Susah
Kalau saja ada pampers buat orang dewasa pasti udah saya beli. Beberapa pengalaman menggelikan pernah saya alami kala ‘ngebrot’ (baca: buang hajat besar).
Kalau udah kebelet ngebrot di tempat salah, Donat J.CO rasa blueberry berganti rasa buah mungkudu. Pahit meringis rasanya.
Kaya mudik kemarin. Pas naek bus Patas dari TulungAgung ke Surabaya, di tengah perjalanan udah kerasa ngebrotnya. Untung masih tertahan, sampai di Mojokerto bulu kuduk merinding.
Diikuti duduk gelisah bercampur keringat kepala. Apes, sampai di Krian hasrat memuncak dan pantat kerasa hangat.
Pfuhh.. untung bus melaju cepat ke arah tujuan. Bukannya barang bawaan yang saya cek kala turun. Tapi, tulisan ”Ponten Umum Khusus Pria” dari bus sebelum masuk terminal sudah saya kejar.
Bwah.. lega rasanya, pas semua satu persatu sampah ini keluar dari perut.
Untung, kejadian SMP kala itu tidak terulang. Gara-gara pidato upacara Kepsek kelamaan kotoran saya pun tertampung di CD.
PS: Ngebrot yang lain baca postingan di blog lawas saya
Tiba Saatnya…
Kenapa Easy Company di film Band of Brothers hampir kalah di pertempuran Bastogne oleh tentara Jerman? Kurang bekal! Ransum makanan habis, prajurit hanya mengandalkan air untuk makan, dan Eugene (sang dokter) kehabisan morfin dan perban. Hasilnya? Read the rest of this entry »
Pak, anterin ke Puncak (Dolly)!

Hawa pagi sangat familiar tatkala kaki menginjakan di bilangan stasiun pasar Turi. Jam menunujukkan 07.15. Berarti hampir 13 jam perjalanan dari Gambir. Klakson Gumarang, bergegas mengiringi saya segera keluar gerbang. Hmm… inilah hobby lama saya. Pulang Kampung!
Srett.. Mobil biru berlambang burung nan berargo saya stop.
”Selamat pagi mas. Selamat datang di Surabaya Read the rest of this entry »















