Archive for May 2009
Belajar kegagalan dari Tes Chevron


Sedia payung sebelum hujan. Coba saya belajar, coba saya baca buku tentang metode konstruksi teknik sipil, coba saja tidak meremehkan tes itu. Wahh yang ada semua hanya perandaian. Ini yang saya alami sebulan lalu ketika melakoni tes tahap interview Chevron Geothermal di Garut. Di benak saya, tes ini adalah tes HRD tanpa tes kemampuan teknikal lapangan.
Ketika di berangkatkan bersama dua kandidat lain yang berasal dari kampus Bandung, mungkin sayalah yang paling sedikit membawa amunisi perang. Dalam benak saya, ”Kalau udah gagal, saya masih punya kepentingan di UI”. Makanya saya sedikit meremehkan tes yang paling menentukan ini.
Yah,, kalau udah lolos tes interview ini, tahap selanjutnya tinggal medical check up. Dan, kalau sudah lulus tes kesehatan, tanda tangan kapan mulai siap bekerja. Wat de fak, menyesalnya saya.
Ketika sesampai di site Chevron Garut, kita bertiga istirahat 30 menit setelah Read the rest of this entry »
Hargai waktu, hargai janji, lupakan jam karet.
Sudah lama saya tidak bersua di web ini. It’s too hard i’m saying, that my life is one hundred and eighty degree was changed. Begin from that i’m not ‘labor’ till I’m feel that love is true pain! pain! But that is life man.
Ok, lets skip that intro. Kita tahu kemampuan keterbatasan manusia ada limitnya. Tapi, kenapa yang saya tahu orang-orang sekitar saya tidak menyadari betapa berharganya sebuah waktu. Nilainya tak ubah kita menghargai sejarah dunia.
Inilah budaya orang Indonesia. Jam Karet! Selepas profesional orang maupun bukan, menghargai ketepatan waktu adalah wajib bagi sebuah manusia. Kenapa? Ayam saja bisa menepati waktunya.
Saya masih ingat ketika masih duduk di bangku SD. Saat liburan caturwulan datang, saya selalu menyempatkan berlibur di rumah nenek. Bisa dibilang rumah nenek ini sebuah desa yang jauh dari kota. Justru tautan desa-kota ini yang membuat saya betah jam tidur malam.
Tepat, sebelum suara masjid berkumandang melafalkan ayat-ayat imsak dan subuh, ayam jago nenek selalu berkokok lebih dahulu. Tiap hari tanpa Read the rest of this entry »










