Besok dan Lampau

Semalam saat pulang dari kampus, saya melihat jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, ada yang berubah. Saya sadari atau tidak ternyata saya sudah hidup di Jakarta ini hampir tiga tahun.
Saat datang tahun tengah 2006 lalu, jalan primer di depan Hotel Four Season hanya ada 2 lajur. Sekarang, sudah dibangun flyover Setiabudi yang melebarkan menjadi 2 jalur dan 4 lajur.
Waktu memang terasa singkat, jika kita mengingat masa lampau. Tapi, kenapa saya merasa, satu tahun ke depan adalah waktu yang sangat lama. Year a go feeling shorter than year a head.
Padahal, kalau dihitung hari satu tahun tetap 365 hari. Bandingkan dua case ini.
Coba pernahkah anda melihat lima tahun yang lalu. Anda belum di posisi sekarang, anda belum sebahagia ini atau malah anda sudah tidak berada di kota sama pada 5 tahun lalu.
Kedua, bayangkan waktu 5 tahun lagi? Waktu dimana anda akan melewati 1 tahun, 2 tahun hingga 5 tahun. Hmm,,, terasa sangat lama bukan? Secara psikologis saat-saat yang akan kita alami memang terasa lebih lama daripada saat yang telah kita lalui.
Tinggal sekarang, saya menunggu 2.5 bulan jawaban dari seseorang untuk sesuatu kejutan. Tinggal saya meyakinkan diri dan dia apakah 2.5 bulan lagi tetap tertahan.











Waktu emang selalu jadi misteri.
Waktu juga selalu relatif seperti kata Einstein.
Bisa terasa sangat lama, bisa terasa sangat singkat, bisa juga tidak terasa sama sekali.
Tapi yang paling penting…
waktu selalu memberi JAWABAN.
hehe…sok2 bijak ni
Kinetics
March 5, 2009 at 1:11 am
Wah,, mentang-mentang jago physics akang ini langsung menyebutkan teori relativitas. Tapi, jawaban yang kita dapatkan tidak lain adalah hasil dari upaya kita menuju keberhasilan dan mc2 akan terjadi.
walangkadoeng
March 5, 2009 at 3:24 pm