Archive for June 2008
Cianjur day
Rehat sejenak di Puncak, sebelum meneruskan perjalanan.

Beras Cianjur asalnya dari sini.
Trio maut (Yoppy-Dadang-Saya), berpose di kota Desi Ratnasari
Kompak. Jakarta – Surabaya – Cianjur
Minggu kemarin sempat touring ke Cianjur mengunjungi rumah Dadang, ujang asli Cianjur. Kota dingin, kecil dan ramah ini sempat mengagetkan teman saya. Banyak cewek sunda cantik berseliweran pas malam minggu. “Replika Bandung suasananya,” seloroh salah satu teman saya.
Kota yang terletak diantara kota Bogor dan Sukabumi ini punya ABG yang cukup modish. Kalo saya perhatikan merk sepatu ABG yang rata-rata ABG pakai New Balance, Airwalk dan Converse. Hehe.. soalnya saya penikmat sepatu juga.
Kata Dadang, untuk dapaetin mojang Cianjur gampang. Cukup dandan stylish dan modish itu modal utama. Maklum kota ini terimbas budaya kota Bandung, yang hanya 40 km jaraknya. “Cewek sini nggak mentingin edukasi ato title yud. Yang penting dandan ala Bandung style pasti gampang dapetin cewek,” infonya.
Pantes saja, kalo saya lihat para ABG-ers sini pada berkostum brittpop, clana nyungsep bawah, sepatu kets dan motor matic. Hmm,,, thats remind me 3 years ago…
Kadang Harus belok..
Mirip jalan, tak ubahnya melewati hidup ini selalu lurus dan berlubang. Di saat tiada hambatan kita bisa kencang menginjak gas, di kala ada prapatan kita menentukan mana jalan tercepat.
Mirip yang saya alami sekarang. Meraih IP idaman mahasiswa ternyata tidak segampang saat saya masih kuliah di Surabaya. Masih dua semester terlewati dan tiga semester lagi jika lancar, saya bisa finish. Entah urutan ke berapa masih tanda tanya.
Mungkin yang saya lewati sekarang adalah jalan penuh polisi tidur yang siap menghambat jalan kesuksesan. Kata Mahatma Gandhi, setiap usaha ada proses dan tantangan, hanya kontinyuitas dan usaha keras modal utama keberhasilan.
Tapi, jalan penuh paku dan gelap yang siap menjatuhkan sewaktu-waktu belum saya hadapi.
Malam Pertama
Setelah kamu merasakan jalan masuknya sudah demikian basah
dan licin…barulah kamu mulai dengan tugas kamu sebenarnya.
Masuklah dengan tenang tidak usah terburu-buru juga tidak
usah terlalu dalam….tergantung pasanganmu…apakah suka
pada kedalamam atau suka yang……….terserah kamu berdua !
Pada awal pertama sebaiknya kamu dalam posisi memimpin di
atas …nikmatilah perjalanan sampai akhir…….
Penggalan tips malam pertama dari pakdhe google yang saya dapatkan. Kemarin siang saya dapat sms dari teman kuliah di sby kalo sekarang adalah saatnya untuk memecah “durian bangkanya”.
“Bro, akhirnya kawin. Asik-asik,,, kawin-kawin”, tulisnya serasa menyerempet birahi saya. hahaha…
Malamnya, ]sengaja menghubungi dia yang berada di hotel bersama istri barunya. What a beautiful nights. Saya bertanya apa saja persiapan yang dia lakukan. “Siap mental dan siap ngejreng aja bro”, jawabnya.
Dia bilang, nggak dapat Dian Sastro dapat si manis ini juga ga apa-apa. Trus saya bertanya juga ke istri barunya yang kebetulan adik kelas SMA. “Gimana, udah siap belum? Udah belajar ?”, tanya saya. “Wah, kayanya belum siap mas punya anak. Liat orang ngelahirin anak aja takut, apalagi ML”, jawabnya setengah polos campur ngekek.
Saya bilang kalo nyante aja, suamimu udah 25 tahun, dan udah experience urusan belajar gituan. Dia udah siap take-off meski tanpa panasin mesin. “Iya sih mas, tuh dia udah matiin lampu,” selanya.
“Oke, jangan lupa MMS-in yah foto-foto nikahannya?, tutup pembicaraan saya. “Oke bro beres, asal jangan foto kawinannya ajah,” ngekek Yoyok.
Saya pun menutup telpon dan hanya bisa membayangkan indahnya malam pertama. Lagi-lagi saya tidur bersama dua bidadari montok. Hmm ayo, malam ini giliran saya membasahimu (liur, Red) dengan mulutku dan mencengkeran bodimu dengan tanganku yang kuat. Kupeluk dan kuatkan napsumu. Malam ini kita pake posisi kudanil tidur dan saya cium dari belakang.
Sayangnya engkau cuman guling…
Congrats Yoyok dan Yani..













